Minggu, 25 November 2012

Refleksi di Tahun 2011


22 Oktober 2011
Hi die, ty kembali lagi nee ^_^
Di dunia ini, tak ada manusia yang sempurna, sama halnya dengan diriku. Pagi ini, lagi-lagi aku harus kekampus. Padahal dalam fikiranku, ingin rasanya di hari sabtu ini tidak ada agenda lagi di kampus. Karena dari hari senin hingga jum’at ku harus berada dikampus seharian. Lelah rasanya diri ini, mungkin jika tubuh ini bisa berbicara pastilah aku habis dimarahinya dan ia tidak akan mau lagi berfungsi. Tapi itu semua kuasa Ilahi Robbi yang memiliki Kehendak.
Terlintas dalam benakku bagaimana caranya aku bisa menguasai waktu ini, sehingga aku bisa sesuka hati untuk melakukan semua keinginanku,,,,, heh (sambil menghela nafas) itu hal yang mustahil. Tahukah kamu die? Di hari sabtu yang seharusnya ty pergi untuk service motor, eh tiba-tiba ja hari jum’at ty dapat sms yg isinya... “Assalamu’alaikum.. Buat para pementor diharapkan mengikuti “Kajian penguatan Pementor” di Faste 22 0ktober 2011, pukul 08.00 wib. Harap diprioritaskan kehadiran antum”. Kurang lebih seperti itu bunyi sms nya.. terbayang rasanya, pasti materi lagi materi lagi..
Kembali lagi kepermasalahnya, pagi yang cukup bersahabat ini, setelah selesai berbenah-benah  akhirnya ku luncurkan motorku menuju  kampus juga. Di perjalanan sempat terfikir, pasti nanti acaranya sangat membosankan,,,,,, sesampainya di kampus, ty langsung menuju tempat parkiran motor. Setelah itu ty berjalan menuju ruangan yang digunakan untuk kajian ini, perlahan-lahan ku yakinkan diri ini agar tidak berfikir negatif melulu, alhamdulillah akhirnya berhasil.
Sesampainya di ruangan yang digunakan untuk kajian ini, awalnya ty masih sedikit berfikir pasti membosankan. Tapi setelah beberapa menit ty menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar, ty baru merasakan indahnya ukhuwah ini. Karena di dalam ruangan yang tidak begitu luas ini, ty bisa bertemu dengan orang-orang yang semangat dalam menjalankan dakwah ini. Di sini ty mendapatkan pengetahuan tentang Dahsyatnya Menjadi Pementor. Disini ty baru tersadar ternyata selama ini ty salah menafsirkan jika menjadi pementor, pasti semuanya akan terbengkalai. Tapi itu semuanya salah besar die, di sini ty mendapat satu pelajaran yaitu “Jika kita meyakinkan pekerjaan yang kita lakukan (sebagai pementor) adalah pekerjaan yang sangat mulia” semua itu tergantung pada niatnya lagi.
Bismillahirrohmanirrohim. Ku awali amanah sebagai pementor ini dengan basmalah.  Ini adalah  ujianku yang kedua untuk memegang amanah dikampus setelah amanahku yang pertama yaitu sebagai Kaput di PDC telah ku jalani dengan penuh suka cita, dan inilah amanhku yang kedua sebagai Pementor untuk adik-adik ku. Semoga ku bisa menjalankan amanah ini dengan tetap semangat berjalan di jalan Allah swt.
*
Usai acara tadi, aku langsung pulang ke kost. Sampainya di kost, ku langsung merebahkan badanku ke kasur yang sudah tipis, tapi walaupun sudah tipis ini, ku tetap senang berada di atas kasur ini, karena kasur ini yang selalu menemaniku belajar, buat tugas sampai malam, nonton film di laptop, dan sebagai tempat kami bersenda gurau bersama kakakku.
Waktu pun terus berlalu, tak terasa siangpun berganti dengan sore. Langsung saja ku masuk kekamar mandi untuk membersihkan badanku yang sudah seharian berkeringat. Setelah itu suara adzan maghrib pun berkumandang, ku ambil air wudhu sebelum melaksanakan sholat maghrib, setelah itu baru ku sholat. Dalam do’aku, ku bermunajah kepada Allah, semoga ku di beri kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan amanah ku ini, baik amanah orang tua ku maupun amanah kampus yang diberikan kepadaku.
Selesai sholat, ku lanjutkan dengan membaca Al-Qur’an, ayat demi ayat ku baca beserta artinya. Selesai itu ku langsung meraih laptop Toshiba ku untuk mengerjakan tugas kampus. Sang waktu pun terus berjalan, sayup-sayup ku dengar suara adzan berkumandang, tanda ku harus melaksanakan kewajibanku untuk menghadap sang Khalik. Selesai sholat, ku kembali mengerjakan tugas ku yang belum selesai tadi. Karena asyiknya di depan laptop, sampai-sampai tak terasa waktu sudah semakin larut, ku putuskan untuk merehatkan badan ku ini, tapi sebelum nya ku buka pintu kamar kost ku untuk merasakan segarnya udara di luar, sambil mengucapkan rasa syukur pada Ilahi Robbi, karena masih memberiku kesempatan untuk menikmati segarnya angin malam ini. Setelah beberapa menit di depan pintu, ku tutup pintu lalu ku pergi kekamar mandi untuk membuang air kecil dan mengambil air wudhu sebelum tidur. Setelah itu ku matikan lampu dan ku rebahkan badanku ke kasur tipis ini. Ku baca do’a sebelum tidur.
Jika diibaratkan, waktu hanyalah sebuah lorong yang pendek. Sebatas angin lalu, namun karena waktulah aku bisa me-minutes roda kehidupan yang selalu berjalan meski agak berantakan. Antara senda gurau dan serius! Kata orang waktu adalah uang. Ya, memang benar.
Sebuah bahasa yang tak tersirat, sebuah makna yang tak tersurat.....




23 Oktober 2011
Ty kembali lagi ya die..
Embun pagi seakan membekukan semangatku. Sudah beberapa hari ini hujan terus mengguyur kota  Pekanbaru ini. Aku yang sejak kecil dibesarkan di tengah-tengah keluarga sederhana  telah terbiasa menahan dingin hujan selama bebrapa hari belakangan ini. Semilir angin nan sejuk disertai sorot sinar mentari yang menemaniku mengiringi langkah kaki ku menuju lapangan sepak bola buluh cina. Disana tempat kami berkumpul untuk pergi ke Panti Asuhan Ar-Rahim, yakni untuk melakukan kunjungan ke panti tersebut. Kunjungan ini merupakan salah satu agenda di Keputrian PDC_Insight.
Setelah setengah jam kami menunggu peserta yang mau ikut ke panti tersebut, akhirnya setelah semua kumpul kami putuskan untuk berangkat pada pukul 09.15. Sebelum kami melakukan perjalanan ke panti, kami telah mempersiapkan barang-barang yang akan kami bawa ke panti tersebut. Dalam  perjalanan menuju panti asuhan tersebut, saya merasakan kebahagian yang sungguh luar biasa karena akhirnya saya bisa bertemu lagi dengan adik-adik yang berada di panti asuhan itu. Di perjalanan itu saya terbayang senyum adik-adik ketika setahun yang lalu saya dan Kaput PDC_I tahun lalu pernah melakukan kunjungan  ke sana. Hangatnya sambutan adik-adik yang ada disana, membuat ku tertarik untuk melakukan kunjungan lagi.
Beberapa menit kami melakukan perjalanan ke panti itu, akhirnya sampailah kami di panti asuhan tersebut. Disana beberapa rombongan kami yang membawa barang-barang untuk disumbangkan ke panti asuhan telah menunggu kedatanganku. Setelah motor aku parkirkan, langsung kami menuju ruangan pemilik panti asuhan tersebut. Sembari berjalan menuju ruangan tersebut, tiba-tiba adik-adik yang ada disana langsung menyambut hangat kedatangan kami dengan melontarkan senyum manis diwajah nan mungil serta menyalami kami satu persatu. Senang rasanya hati ini bisa melihat mereka tersenyum lagi seperti setahun yang lalu. Setelah pemilik panti asuhan datang, kami langsung dipersilahkan memasuki ruangan dimana biasanya adik-adik berkumpul.
Sampai di ruangan tersebut, kami dipersilahkan duduk bak seorang tamu agung yang datang. Adik-adik pun semuanya disuruh berkumpul untuk bertemu dengan kami. Setelah semuanya berkumpul, kami pun meminta izin kepada pemilik panti untuk melakukan serangkaian kegiatan yang telah kami rancang beberapa hari yang lalu. Adik-adik sangat antusias mengikuti acara kami. Ada yang malu-malu untuk mengikutinya, ada yang dengan gayanya yang cool memberanikan diri untuk berdiri di depan kami semua yang ada diruangan yang tidak begitu besar dan tidak begitu kecil pula. Selama kurang lebih dua jam setengah kami bermain sambil tertawa riang, tak terasa sang mentari pun terlihat begitu tersenyum bahagia menyaksikan kebahagiaan kami ini. Kini tibalah saatnya pembagian snack yang kami bawa tadi, dengan senyum yang masih bersarang di wajah nan mungil itu, mereka pun menikmati snack yang berada di hadapnnya. Di sana ku sengaja untuk tidak ikut makan makanan itu, karena ku tak ingin melepaskan pandanganku kepada adik-adik yang sedang menikmati makanan yang ada dihadapan mereka sambil bercanda. Di sana ada seorang adik perempuan yang kira-kira usianya masih tiga atau empat tahun, rasanya ingin ku membawanya pulang untuk ku jadikan adikku. Karena ku tak punya adik, ku hanya dua bersaudara dengan kakakku. Terkadang saat kakakku pergii acara kampus, dan aku sendirian di kost, rasanya tidak enak karena tidak ada teman yang mau diajak bicara.
Kembali lagi ke acara tadi, setelah semuanya selesai memakan snacknya, kini saatnya ku memberikan sepatah dua kata untuk adik-adik dan pemilik panti asuhan tersebut. Setelah itu baru penyerahan kenang-kenangan yang kami bawa untuk adik-adik yang ada disana berupa; perlengkapan tulis, pakaian yang masih layak pakai dan sembako yang kami dapat dari mahasiswa-mahasiswi Psikologi. Setelah semua rangkaian acara kami selesai semuanya, kami memutuskan untuk pamit kepada adik-adik dan pemilik panti asuhan itu. Tapi sebelum kami pulang, kami melakukan foto bersama dengan adik-adik tersebut. Dan pemilik  panti itu pun melepaskan kepergian kami dengan memberikan kata-kata semangat dan serangkaian do’a-do’a buat kami. Tak terasa air mata pun mengalir dengan sendirinya, bak air sungai yang lepas dari bendungannya...
Sembari mendekati motor untuk pulang, adik-adik pu melambaikan tangannya sambil berucap “ Terima kasih kakak, kapan-kapan main kesini lagi ya kak”........ Deg,  jantung ini seakan berhenti berdetak, ingin rasanya ku lama-lama disana dan merasakan apa yang adik-adik rasakan selama tinggal di panti itu. Aku pun membalas lambaian tangan adik-adik itu sambil berucap “ ia dek, insyaAllah kakak akan main kesini lagi”. Senang bercampur sedih rasanya hati ini melihat  adik-adik itu. Senang karena bisa melihat lagi senyum manis dan manja di wajah nan mungil itu. Dan sedih karena harus berpisah dengan mereka. Dalam hati ku berdo’a semoga adik-adik kelak menjadi orang yang sukses semua. Orang yang berguna bagi nusa, bangsa serta agamanya. Amiin ya Robb.
*
Sesampainya di kost temanku, ku langsung masuk ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan kaki. Allahu akbar.. allahu akbar.. adzan zuhur pun tiba, kini saatnya ku menghadapkan wajahku ke hadapan Sang Khalik. Selesai sholat ku panjatkan do’a syukur ku atas semua nikmat yang telah Allah berikan kepadaku selama aku hidup ini. Setelah selesai berdo’a, ku langsung disuruhnya makan sama teman ku ini. Setelah itu, ku istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan kami ke panti asuhan lagi. Hari ini kami melakukan kunjungan ke dua panti asuhan, yakni panti asuhan Ar-Rahim yang telah kami kunjungi tadi dan panti asuhan An-Nissa yang letaknya cukup jauh dari tempat kami tinggal, yaitu di jalan Paus Indah 1.  Ehm... Rasanya tubuh ini sudah cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan kami. Pukul 14.15 wib kami berangkat menuju panti asuhan yang kedua. Setelah kurang lebih satu jam setengah kami diperjalanan (karena muter-muter dulu untuk cariin tempat tersebut, karena kami sebenarnya tidak ada yang tahu dimana panti asuhan itu), akhirnya kira-kira pukul 15.20 wib, baru lah kami menemukan panti asuhan tersebut. Kami pun tersenyum lega karena telah sampai pada tempat yang kami cari-cari. Sesampainya disana kami disambut dengan senyuman hangat oleh kakak pemilik panti asuhan itu, kemudian kami dioersilahkan masuk dan duduk. Di dalam ruangan yang kira-kira berukuran 4x6 itu, kami bertemu dengan adik-adik yang ada dipanti asuhan itu. Di sana jumlah adiknya tidak begitu banyak dibandingkan dengan adik-adik yang ada di panti asuhan Ar-Rahim, di panti asuhan Annisa ini adiknya hanya berjumlah tujuh orang yang tinggal dipanti, dan delapan orang yang tinggalnya dengan orang tua mereka. Di panti asuhan ini kami hanya singgah sebentar, dikarenakan waktu juga sudah sore dan adzan ashar pun sudah berkumandang. Jadi, selesai memberikan sepatah kata dan pemberian kenang-kenangan kepada pemilik panti asuhan tersebut. Selesai itu, kami langsung pamit untuk melaksanakan sholat ashar di mesjid terdekat. Ba’da sholat, kami rencana ingin langsung menjenguk saudari kami yang sedang dirawat di RS Arifin Ahmad, tapi karena berhubung jam besuk nya untuk sore sudah habis, jadinya kami mengurungkan niat kami untuk menjenguknya. Kamipun langsung melanjutkan perjalanan kami menuju kost masing-masing.
Sampai di panam, sekitar pukul 17.00 aku dan sahabatku singgah sebentar ke kost sahabat kami yang juga sedang sakit. Sampainya di kost sahabat kami, kami pun banyak bercerita tentang sahabat-sahabat kami yang lainnya. Tak terasa waktu pun berlalu begitu cepat, sehingga kamipun pamit untuk pulang karena sudah maghrib.
**
“Assalamu’alaikum,,,” ucapku ketika sampai di depan pintu kost ku. “Waalaikumsalam,,,” jawab mbak ku dari dalam kamar. Begitu pintu dibuka, ku langsung meletakkan tas punggungku yang sedari pagi ku bawak ke atas lantai. Akupun pergi kekamar mandi untuk membersihkan badanku setelah seharian bersama mentari menikmati kehidupan ini. Karena adzan maghrib sudah berkumandang, langsung ku bersiap-siap untuk mendirikan sholat. Aku pun menyempatkan diri untuk membaca Al-Qur’an, setelah itu ku langsung makan malam bersama kakakku. Tak lama kemudian adzan isya pun berkumandang dengan lantang terdengar di telinga kami. Segera kami bergegas untuk mendirikan sholat. Usai sholat, ku ajak diri ini yang sebenarnya sudah tak sanggup lagi untuk melakukan apa-apa, tapi karena mau gimana lagi, mau tidak mau ku harus belajar untuk mempersiapkan diri karena besok ada persentasi makalah PAUD. Beberapa jam kemudian, ku mulai merasakan tubuhku ini mulai protes untuk minta di istirahatkan, karena tidak ingin sakit, akhirnya ku putuskan untuk menyudahi belajarku ini. Sekitar pukul 22.15 ku putuskan untuk berlayar kepulau angsa.
“Pagi akan terbit. Malam akan petang. Sore akan jingga. Ku akan kembali bersama. Bertemu dalam mimpi yang sama. Tak perlu menyerah karena pagi akan datang. Matahari akan kembali menghangat. Malam datang untuk kita merenung. Malam datang untuk kita meminta. Malam datang untuk mengingatkan Tuhan bersama kita.” JJJJ

24 Oktober 2011
Lagi-lagi ty datang ya die.. JJ
   Semenjak semester satu lalu, ku mulai mencoba untuk bergelut dengan dunia organisasi. Ku penasaran, karena di SMP maupun SMA, sama sekali tidak bersentuhan dengan organisasi. Awal mulanya memang terpaksa, tapi lama-lama setelah bersentuhan di dalamnya, ternyata banyak hal positif yang ku dapatkan. Hingga akhirnya kini ku harus menjadi seorang pementor di kampus ku.
Hari ini, ku harus menghadiri acara launching pembukaan kognisi di fakultas Psikologi tercinta. Awalnya ku tak percaya, kalau aku menjadi seorang pementor buat adik-adik semester satu, tapi setelah diyakinkan sama teman-temanku, akhirnya ku baru bisa percaya ternyata sekarang ku telah menjadi seorang pementor. Amanah ini sudah lama ku idam-idamkan sejak semester tiga yang lalu, tapi Allah berkehendak lain. allah telah memberiku amanah ini disemester lima ini, aku yakin pasti Allah punya rencana lain dibalik semua ini.
Kembali ke kegiatanku hari ini. Kami mengadakan launching ini direktorat UIN SUSKA lantai lima. Wah, itu bagi ku sebuah tempat yang sungguh elite. Bagaimana tidak coba? Tempat itu kan merupakan tempat yang sangat bagus, rasanya ku berada di sebuah hotel yang berbintang lima gitu... hehehe ( maklumlah, ku kan tidak biasa memasuki ruangan yang sebagus itu,, hihihi). Apalagi setelah sampai di dalamnya, kami semua yang pementor dipersilahkan untuk duduk di kursi sofa yang berada didepan. Subhanallah, baru kali ini ku diperlakukan seperti seorang ratu dari sebuah kerajaan mana gitu..
Usai acara tersebut, kami langsung dipertemukan dan dikumpulkan dengan adik-adik binaan kami. Senang rasanya bisa dekat dengan adik-adik baru ini. Disana kami saling berkenalan dan bertukar no hp. Walaupun Cuma sebentar waktu yang diberikan kami, tapi itu semua tidak masalah bagi ku, karena semua itu sudah lebih dari cukup. Semoga ku bisa menjalankan amanah yang sangat mulia ini dengan sebaik-baiknya dan tetap berjalan di jalan Allah swt. Amiin ya Robb.
*
Hari ini, Cuma satu mata kuliah yang masuk dosennya, seharusnya ada dua mata kuliah, tapi dosen yang satu lagi tidak bisa hadir dikarenakan masih ada acara di jakarta. Jadinya hari ini Cuma satu mata kuliah yang masuk,  yaitu mata kuliah Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini. Di mata kuliah ini ku harus mempersentasikan makalah yang telah diberikan kepada kami. Usai kuliah ini, ku putuskan untuk langsung pulang kekost, karena yang ada dalam pikiran ku adalah mencuci pakaian yang sudah menunggu ku untuk segera dibersihkan dari ember-ember yang ada dikamar mandi ku..
Sesampainya di kost, ku rebahkan badanku ini ke kasur untuk merileks kan otot-otot yang tegang karena seharian ku berada dkampus. Beberapa menit kemudian, ku beranjak dari kasurku untuk mendirikan sholat ashar. Selesai sholat, ku putuskan untuk mencuci pakaian yang telah direndam rinso tadi. Sekitar satu jam lebih, tugas mencuci pakaian pun selesai sudah. Setelah itu, ku langsung mandi sore. Tak lama kemudian adzan maghrib pun berkumandang, menandakan waktu maghrib sudah tiba. Langsung ku bergegas tuk mendirikan sholat. Selesai sholat, ku baru makan malam bersama kakakku.  Kemudian lagi-lagi adzan berkumandang pertanda waktu isya telah tiba. Ku cuci piring ku tadi, langsnung bersiap-siap untuk mendirikan sholat. Usai itu, ku raih laptop ku untuk mengerjakan tugas-tugas yang harus di kumpulkan esok pagi. Lama-kelamaan mata ku pun sudah tidak bisa diajak kompromi, akhirnya kuputuskan untuk tidur.
Yang bisa saya mabil dari kegiatan hari ini yaitu, “ Kita tidak punya pilihan lain. kita harus berjalan terus. Karena berhenti atau mundur, berarti kita hancur.”
Kata-kata ini saya dapat dari karyanya Taufik Ismail, Sastrawan..
Keep Spirit>>>>>>> ^_^



25 Oktober 2011
Hari ini merupakan hari pertamaku mengisi di kognisi, aku harus berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik buat adik-adik binaan ku. Sebelumnya ku telah mempersiapkan diriku untuk berani bicara didepan adik-adik, ku persiapkan segala macam konsep supaya adik-adik tidak jenuh untuk mengikuti kognisi ini.
Sesampainya di kampus, ku disambut hangat oleh adik-adik binaan ku. Hari ini ada sekitar 17 orang yang datang. Seharusnya adik binaan ku Cuma 10 orang, tapi katena ada temanku yang seharusnya mengisi kognisi hari ini sedang sakit, jadi ku diamanahkan oleh teman yang lain untuk sementara waktu menjelang temanku tadi sembuh, jadi ku harus menggabungkan adik-adik binaan ku dengan adik-adik binaan temanku itu. Tapi tidak apa-apalah, saling membantu sesama. Setelah semuanya berkumpul, kami pun memulai agenda ini, karena ini merupakan hari pertama adik-adik itu kognisi, jadi ku yang jadi MC nya. Awalnya sedikit gugup, tapi alhamdulillah lama-kelamaan rasa itu hilang ketika ku berusaha untuk menetralkan keadaanku. Di hari pertama ini, adik-adik belum bisa diberikan materi, karena melihat keadaan mereka yang kelihatannya masih ingin saling mengenal satu sama yang lainnya, jadi kuputuskan untuk memberikan mereka pengarahan untuk menuliskan tentang biodata mereka dan keinginan-keinginan mereka dalam mengikuti kognisi ini. dan alhamdulillah semua agenda hari ini berjalan dengan lancar.
Usai mengisi kognisi, ku beranjak ke musholah Psikologi untuk beristirahat sebentar, kemudian setelah itu baru pergi ke perpus untuk mencari bahan studi al-qur’an. Namun di perpus fakultas, ku tak mendapatkan bahan itu, jadi ku harus ke perpus universitas. Disana selama kurang lebih satu jam, bahan pun tak kunjung ku dapatkan. Karena bosan mencari akhirnya kuputuskan untuk kepuskom untuk mendaftar wifi disana. Setelah itu, baru ku kembali ke fakultas untuk melakukan sholat zuhur, karena adzan sudah memanggil ku untuk segera mendirikan sholat. Ku segera bergegas untuk mengambil air wudhu, kemudian mendirikan sholat. Setelah itu, ku coba untuk menggunakan wifi yang tadi kudaftarkan. Sambil menunggu jemputan, ku terus asik dengan laptop ku, kemudian setelah beberapa lama menunggu, akhirnya jemputan ku datang. Segera aku pulang ke kost.
*
Sampai di kost, ku melakukan rutinitasku seperti biasanya, seperti sholat, makan, mandi, dll. Siang pun sudah berganti dengan malam, berarti ku harus mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut hari esok.
                Selama kita hidup, proses belajar itu tidak pernah berhenti. Belajar dari setiap nikmat dan ujian yang Dia berikan. Kalau sampai saat ini kita masih merasa sulit dan tidak bahagia dalam hidup, itu adalah pertanda bahwa kita masih jauh dari_Nya.
Keep Istiqomah di jalan Allah...!!!!!!!!!!
26 Oktober 2011
Rasa ngantuk masih terasa sekali di pelupuk mataku, ingin rasanya untuk tidak masuk kuliah, tapi karena hari ini pengumpulan tugas studi al-qur’an, dan tugas itu masih di tangan ku, jadi mau tidak mau harus tetap berangkat ke kampus, walaupun jam sudah menunjukan pukul 08.45 wib, dengan lari tergopoh-gopoh ku berusaha untuk naik kelantai tiga. Karena kami belajarnya di ruang tujuh, nah ruang tujuh itu terletak di lantai tiga. Sesampainya diatas, ku bertemu dengan dua orang sahabtku yang kelihatanya juga baru dari bawah. Langsung ku bertanya kepada mereka berdua, “ bapak udah masuk ukh?’ ujarku. Mereka pun menjawab, “ belum ukh”, alhamdulillah ucapku dalam hati. Berarti ku tidak telat hari ini. kemudian ku langsung menuju ruangan tempat kami belajar, disana ku temui teman-temanku rata-rata banyak yang masih membuat tugas studi al-qur’an ini. sambil hati terus bertanya-tanya, kenapa udah jam segini bapak kq belum datang ya? Eh, tidak tahunya hp ku langsung bergetar. Kulihat sms dari siapa yang masuk, ternyata dan ternyata itu sms dari dosen kami. Begini bunyi smsnya “ hari ini kita libur dulu ya!” Wah, dengan senag hati, ku sampaikan kepada teman-temanku bahwa hari ini kita tidak jadi masuk. Langsung deh disambut dengan gembira oleh teman-temanku. Setelah mendengar kabar tersebut, teman-teman langsung pada berhamburan meninggalkan kelas. Ada yang pergi kekantin, ada yang langsung pulang, ada yang masih dikampus aja, dll.
Karena hari ini cuma ada satu mata kuliah, jadi kuputuskan untuk langsung pulang kekost. Dalam fikiranku, sesampainya di kost aku mau tidur. Karena tadi malam waktu ku sudah tersita untuk mengerjakan tugas kelompok sendirian. Sesampainya dikost, ku langsung cuci tangan dan kaki, kemudian melepaskan jilbab yang ku kenakan tadi. Lalu aku pun beranjak untuk tidur. Setelah beberapa lamanya ku tertidur, aku pun dibangunkan oleh mbak ku untuk mendirikan sholat, beranjak lah aku dari kasur ku yang sempat membawaku bermimpi entah dimana. Usai sholat, ku diajak makan oleh mbak ku, aku pun nurut untuk makan, walupun sebenarnya mataku masih ngantuk sekali. Tapi karena perut juga terasa lapar, jadi mau g mau ya ku makan juga nasi ini. Selesai makan, ku raih laptop ku untuk mengerjakan tugas kualitaif ini. ku tuliskan di laptop ini semua kegiatanku hari ini. karena asiknya mengarang, tak terasa waktu pun sudah menunjukan pukul 15.20. Azan ashar berkumandang, lalu ku siap-siap untuk mendirikan sholat, usai sholat ku lanjutkan kembali tpengerjaan tugas ku ini hingga waktu menunjukan pukul 18.10. tidak terasa, waktu begitu cepat berputar, hingga aku harus menemui malam lagi. Seperti malam-malam sebelumnya, ku lakukan aktivitasku sampai aku tertidur.
Tetap tersenyumlah dalam menghadapi kehidupan ini. Sungguh Allah lebih Mengetahui apa yang kita butuhkan. JJJJJ


27 Oktober 2011
Lagi-lagi ku telat masuk kuliah Konstruksi alat ukur ini. entah kenapa semester ini ku sering kali telat masuk kelas. Apalagi jika masuknya jam 07.30, pasti selalu telat. Aku pun heran, kenapa ku selalu telat masuk ya? Padahal ku bangun selalu jam 05.00 wib, tapi kenapa masih telat juga ya?
Sesampainya di kampus, seperti biasa ku jalan sambil tergopoh-gopoh untuk berusaha naik ke lantai tiga. Dan seperti hari biasanya, setiap kali telat, ku pasti di ketawain sama ibu-ibu cs yang ada difakultas, “ Telat lagi tik?”.. dengan entengnya ku menjawab, “ hehehe, iya bu”. Langsung ku salami ibu-ibu cs itu, kemudian ku lanjutkan perjalananku menuju kelas belajar ku. Setelah sampai di depan pintu kelas, ku mengetuk pintu dan permisi sama dosenku untuk meminta izin masuk. Alhamdulillahnya dosen ku ini sangat baik sekali. Walaupun kita telat, tapi tetep masih di izinkan masuk juga. Semoga kebaikan bapak di terima Allah. Amiin..
Setelah ku duduk di bangku yang masih kosong, ku langsung mengambil pena dan binder ku untuk mengikuti perkuliahan hari ini. namun baru beberapa menit kemudian, ada sms masuk dari no baru. Yang inti isinya, ku di suruh mengambil buku di lab. Langsung ku balas, kira-kira bukunya bisa diambil sekarang? Sms ku pun dijawab, “bisa, langsung aja ke lab”. Oke, langung saja ku beri tahu temanku untuk menemaniku mengambil buku itu, alhamdulillah dia mau. Kami pun permisi untuk keluar, sesampainya di lab, saya bingung mau nemui siap? Langsung saja saya hubungi no yang sms saya tadi, ternyata yang angkat dari kejauhan sana ada suara salah satu dosen ku. Ternyat, itu dosen klinis ku yang sms ku tadi. Langsung kami dipersilahkan masuk keruangan beliau untuk mengambil buku tersebut. Setelah beberapa lama kami berdiskusi, kami pun pamit untuk masuk lagi ke kelas sambil membawa sekotak buku.
Sesampainya dikelas, kami kembali mengikuti perkuliahan Alat ukur tadi. Selang beberapa waktu, perkuliahan pun selesai juga. Namun, karena jam satu nya kami ada masuk lagi, jadi ku tidak pulang kekost, ku tetap di kampus bersama sahabatku epy. Di kampus kami makan nasi dan roti sama-sama. Usai makan kami pun langsung pergi wudhu untuk mendirikan sholat. Karena waktu sudah menunjukan pukul 13.00 wib, maka kami beranjak dari musholah menuju lantai tiga, untuk mengikuti perkuliahan lagi. Di sini kami belajar psikologi agama dua. Usai belajar, aku pun langsung pulang ke kost. Sampai di kost, ku langsung makan, kemudian sholat ashar. Kemudian pergi lagi ke rumah kakak tingkat untuk mengambil film buat acara keputrian besok pagi. Waktu pun sudah malam. Kemudian ku bersihkan badan ku, lalu ku dirikan sholat. Dan kembali mengerjakan tugas ini. Disamping mengerjakan ini, banyak sms dari temen-temen untuk menanyakan tugas buat besok. Yaudah, ku jawab sms mereka. Dan alhamdulillah tugas ku ini selesai juga.
“ Kita yang sekarang akan sama seperti kita yang lima tajun mendatang, kecuali untuk dua hal: orang – orang yang kita temui dan buku-buku yang kita baca”.

Minggu, 17 Juni 2012

Aku takut Bu...

                                                                         14.57 wib

Bu...
Kenapa tiba-tiba aku merasakan ketakutan?
Apa sebenarnya yang ada dibenakku?
Aku takut bu...
       Bu...
       Aku takut jika suatu hari
       aku belum bisa membalas jasamu
       jasadku sudah diambil bu..
       dan nyawaku pun dirampasnya bu..
Aku takut bu..
              Bu...
              Inikah rasanya ketika engkau sakit dulu, bu....
              rasa takut akan sendirian
              takut jika disana gelap?
Bu..
Aku ingin melihatmu tersenyum
bangga kepadaku
saat aku kelak menjadi orang sukses
sungguh aku sangat menginginkan hal itu, bu...


                                       By_Tuti Setianingsih

Ungkapan hati ku

Sabtu, 19 Mei 2012

Waktu Yang Kembali

Saat ku duduk dipojok sana
ku dengar sayup-sayup keheningan 
hening itu membawa ku ke sebuah lorong
lorong yang begitu jauh

                 Jauh...
                 Ku tak tahu kemana akan ku cari keheningan itu...

Bisikan itu terdengar jelas di telingaku
seolah menari-nari di kelopak mata ku....

      ahhhh... 
      Ternyata waktuku kembali kepelukkan ku...

Gubrakzzz....
                          
 
 

Sabtu, 03 Maret 2012


CINTAKU BERLABUH DI JALAN_MU
“Sebuah Cahaya dalam Ketakutan”

01 Maret 2012,
 pukul 00.15 am-01.30 am

        Ngik...ngokkk... bunyi kipas angin dikamarku terdengar jelas oleh telingaku. Malam ini sungguh terasa mencengkam otakku yang ku paksakan untuk tidak tidur. Ahhhh... mungkin ini hanya perasaaanku saja...
Entah mengapa, kadang ku merasa kalau hidupku tak pernah bisa terlepas dari masa lalu... Walau sekeras apa pun aku mencoba menepisnya....
Astagfirulloh hal’adzim... kenapa ku berfikir seperti itu????? Ya ampun tuti, kamu HARUS bangkit dan semangat ya... ingat IBU dan BAPAKmu yang bersusah payah membanting tulang demi menguliahkanmu dan mbak mu...
Apaan sih,,, kenapa seperti ini jadinya????
Oke deh langsung aja ceritanya ya... tralalalalalalala.... Selamat menyaksikan ya...


Disini aku sendiri menatap relung-relung hidupku...
Aku merasa hidupku tak seperti yang kuinginkan....
                Arghhhh... ngaco lagi kan ngetiknya...


Di dunia ini, tak ada manusia yang sempurna, sama halnya dengan diriku. Malam  ini, lagi-lagi aku harus duduk dengan manis di depan layar laptop thosibah ku ini. Padahal dalam fikiranku, ingin rasanya di malam kamis ini tidak ada ngurusin tugas lagi. Karena dari hari senin hingga sabtu kemarin ku harus berada dikampus seharian. Lelah rasanya diri ini, mungkin jika tubuh ini bisa berbicara pastilah aku habis dimarahinya dan ia tidak akan mau lagi berfungsi. Tapi itu semua kuasa Ilahi Robbi yang memiliki Kehendak.
Terlintas dalam benakku bagaimana caranya aku bisa menguasai waktu ini, sehingga aku bisa sesuka hati untuk melakukan semua keinginanku,,,,, heeeeh (sambil menghela nafas) itu hal yang mustahil.
Oke deh, langsung aja ya.... Suatu hari (ceile... kayak cerita didongeng-dongeng anak kecil aja lah????? Tapi nggak apa-apa lah, biar agak serius gitu kan..) tepatnya hari apa ty lupa, karena ty lupa catat di buku kecilku. Waktu itu hari pertama ku menginjakkan kaki ku ke kampus UIN SUSKA RIAU, yang bangunannya tinggi-tinggi kayak hotel gita yak....pagi itu, aku pergi ke kampus ini untuk daftar ulang penerimaan mahasiswa baru jalur PBUD. Alhamdulillah ty bisa lulus di kampus ini, setelah beberapa bulan memiikirkan mau masuk kuliah dimana lah aku ini??? waktu itu ty pergi hanya berdua dengan oom ku, namanya Hedi Jandriko, dia waktu itu kalau nggak salah semester 6 jurusan Tekhnik Kimia di UR. Dalam perjalananku ke kampus ini memang harus melewati begitu banyak rintangan. Dari pemilihan jurusan, pemilihan Universitas, sampai pendaftaran ulang itu sendiri.
**Hari pertama di UIN SUSKA RIAU**
Kami (ty n oom) melangkahkan kaki kami menuju kampus ini, waktu itu ty belum punya motor, jadi kami naik oplet untuk kekampus. Waktu itu ty belum tau banget kalau peraturan di sini itu, mahasiswi WAJIB memakai jilbab, baju sopan, rok panjang dan sepatu. Astaga!!!!!! Sesampainya di Rektorat, banyak banget orang-orang pada berserakan dimana-mana.. dan disana ty jadi pusat perhatian orang banyak.. nnggak terbayangkan, waktu itu ty memakai celana jeans abu-abu, baju putih panjang, jilbab putih sarung, sama sepatu yang berukuran besar berwarna putih.. kontras ku jadi malu karena ku membayangkan diriku yang seperti itu pastinya udik banget, kelihatan banget seperti orang pinggir jalan gitu,, tapi bedanya ty berdiri dengan seorang yang dibilang cukup tampan lah, yaitu oomku sendiri. Disitulah oomku baru bilang ke aku, kalau di UIN ini aturannya emang kalau cewek itu harus pakai rok, nggak boleh celana!!!! Tapi ya udah nggak apa-apa. Mudah-mudahan nanti adek nggak dimarah sama petugasnya ya...
“Yook dek, kita kesana kearah orang-orang yang ada di bawah tenda-tenda itu.”
“oke deh om.” Ty pun ikutin kemana aja oomku pergi. Ty berjalan disampingnya, tapi terkadang di belakangnya. Karena merasa malu dengan penampilanku saat itu... tapi alhamdulillah oomku kayaknya nggak malu dengan keadaanku seperti itu.. tapi entahlah kalau didalam hatinya ya...
Setelah kami bergabung dengan orang-orang yang ada di bawah tenda itu, oomku pun berusaha untuk mencari informasi kesana kemari dengan bertanya kepada beberapa orang yang ada di dekat kami.. setelah kami mendapatkan infonya, kamipun segera ke meja pegawai disana. Dan pegawai itu pun langsung memepersilahkan ku duduk untuk mengisi beberapa formulir yang harus aku isi. Setelah selesai, aku diberi map yang berisi tentang identitasku yang lebih detail yang harus ku isi, lansung aja ku ambil dan aku pun bergegas untuk segera mengisinya di luar ruangan itu.,
Setelah semua berkas ku isi dengan benar, kami pun segera menuju ruangan yang lain untuk mengurus tahap pendaftaran berikutnya, alhasil pada tahap ini kami harus membawa uang chase sebesar Rp.1.580.000,00, kontan  saja oomku terkejut, secara kami tidak ada bawak uang sebanyak itu di dompet, sementara hari itu terakhir pembayarannya. Langsung oomku mengajakku untuk pulang ke kost dulu, karena selain tidak ada bawak uang, waktu pun sudah menunjukan jam istirahat para pegawai. Kontras akupun menurut ajakan oomku itu.
Sesampainya di kawasan UR, oom mengajakku untuk langsung ke atm mandiri yang ada di sana untuk mengambil uang yang diminta tadi. Uang itu dikirim bapakku ke atm oom ku untuk pendaftaran ulangku. Tapi alhasil, atm pun offline, agak sedikit kecewa oomku bilang padaku, “dedek, atmnya lagi offline, jadi nggak bisa ngambil uangnya”. Akupun agak sedikit kecewa. Tapi kekecewaanku terobati setelah ba’da zuhur. Alhamdulillah ba’da zuhur atmnya bisa di pakai kembali, dan kami pun langsung menuju ke Rektorat UIN dengan menaiki mobil hijau alias oplet.
Waktupun terus berjalan, seiring dengan kaki kami melangkah, akhirnya sampai juga di kampus ku tercinta ini. kami pun langsung menuju ke bagian Puskom untuk membayar uang registrasi ulang. Setelah itu kami menuju ke dalam ruangan pendaftaran selanjutnya, dimana dalam ruangan itu yang boleh masuk adalah calon mahasiswanya saja, orang lain tidak boleh masuk. Jadi mau tidak mau kuputuskan untuk masuk sendiri. Di dalam ruangan itu awalnya ku merasa asing, secara tidak ada satu orang pun yang aku kenali. Tapi selang beberapa waktu, kuputuskan untuk memberanikan diri berkenalan dengan orang yang ada disampingku. Ternyata usut punya usut, orang yang ada disampingku itu adalah Ermasari, yang mana sekarang ia menjadi sahabat dekatku sampai saat ini.
Setelah semuanya selesai, aku segera keluar ruangan untuk mencari oomku yang lumayan lama kutinggalkan diluar sendirian. Setelah ketemu, oomku pun langsung mengajakku untuk jalan-jalan ke gedung belajarku yakni Psikologi. Sembari kami berjalan, oom pun memperkenalkanku satu demi satu gedung yang ada disana bak seorang guide wisata. Walaupun kami hanya jalan kaki, akupun tidak mengeluh kan hal itu, aku tetep semangat mengikuti oomku kemanapun dia pergi...

01 Maret 2012,
Pukul 20.30-22.52 wib
**Hari kedua di UIN**
Di hari kedua ini, aku masih ditemani oomku untuk mendaftar ulang kembali, kali ini kami tidak menaiki mobil hijau, melainkan naik motor teman oomku. Oom meminjam motor itu dari teman satu kostnya. Dihari kedua ini, aku tidak mau mengenakan celana jeans lagi, kali ini aku mengenakan rok hitam yang kupunya satu-satunya dari masa SMP ku dulu. Dimana hari kedua ini, saat ku menunggu giliran namaku di panggil oleh petugas disana, tidak sadar dari kejauhan sana ada yang memanggilku “adek”. Ku arahkan pandanganku ke arah sumber suara tadi, ternyata disana ku dapati seorang kakak yang jilbabnya lumayan dalam, kakak itu berwajah imut, ada sedikit bintang diwajahnya (jerawat maksudnya,,, hussst jangan bilang-bilang yaaaa). Setelah kakak itu mendekatiku, langsung kakak mengajakku bersalaman dan beliau pun melontarkan pertanyaan, “adek yang dari INHU itu kan? Adek jurusan Psikologi kan?” kontras aja ku terkejut dan sedikit senang, karena baru dua hari ku disana ternyata sudah ada yang kenal denganku. Sambil membalas salamnya, akupun memperkenalkan diriku dengan sedikit malu-malu,
“Tuti kak”.
“Tifah dek”. “Nama lengkap kakak Latifah Wulandari, kakak dari jurusan Psikologi, adek jurusan Psikologi juga kan?”
“ooh,,, eeehhh,,, iya kak, Tuti jurusan Psikologi”.
 “kakak kok tau kalau tuti jurusan Psikologi?”
“iya dek, kakak ada kenalan sama anak INHU. Jadi kakak tau”
“ooh,, hehehe” (sambil cengar-cengir n garuk-garuk kepala yang nggak gatal)


Waktu terus berlanjut, hingga akhirnya ku bisa belajar di fakultas Psikologi ini. Sewaktu ku melihat papan pengumuman yang ada di Psikologi, ku bertemu dengan seorang perempuan, ia memiliki tubuh mungil, kulit sawo matang, agak pendek dari ku, namanya Ani Sutriani, ia pun sekarang menjadi sahabat dekatku juga. Awalnya ku mentertawakan dia, karena ia membaca pengumuman itu menggunakan logat jawa totok. Kontras aja ku terkejut, ternyata ada toh orang yang menggunakan bahasa daerah di Pekanbaru ini?? pikirku hanya diriku saja.. langsung aja dia ku ejek-ejek... “Masa’ di kampus pakai bahasa jawa?” medok lagi (artinya kental banget gitu jawanya)...
Hari berganti hari, akupun merasa senang kuliah disini, banyak kakak-kakak tingkatnya yang ramah-ramah, mereka tidak bosan-bosannya setiap kali bertemu dengan saudarinya untuk saling bersalaman dan cipika-cipiki.. ku kira hal tersebut adanya Cuma diluar negeri saja, ternyata disini ada toh..
Waktu dikampus Piskologi ini, orang yang teringat jelas dalam ingatanku yang selalu menegurku, bersalaman dengan ku, dan cipika sana cipika sini itu adalah kak Wulan, lengkapnya kak Septi Wulandari. Kakak itupun juga menggunakan mukenah kemana-mana (jilbab panjang maksudnya loh. Dulu kan ty ndeso banget dengan hal yang seperti itu). Rasanya ngeliat kakak Wulan itu kok ya adem gimana gitu, bawakannya sejuuuuuuk gitu kalau berada di dekatnya. Suatu kebanggaan tersendiri jika orang baru sudah diajak ngobrol seperti adiknya sendiri, seperti udah kenal lamaaaaaa banget gitu.. ternyata selidik punya selidik, kak Wulan itu dulunya pernah bersekolah satu alumni dengan ty, yaitu SMP N I LIRIK. Tapi dulu ty belum sempat bertemu dengan kak Wulan, karena beliau pindah, ty baru masuk SMP kalau nggak salah, berarti bener kan?? Hehehe..
Semakin kesini, ku semakin nyaman aja di sini, selain kakak-kakanya ramah-ramah, baik, terus dosennya pun juga seru-seru n asyik banget yang ngajar. Sampai pada suatu hari, tepatnya hari jum’at, waktu itu sekitar pukul 11.00 lewat lah, begitu ty keluar dari kelas, ty disambut hangat oleh kakak-kakak yang ada di dekat tangga turun. Kakak-kakak itu langsung mengulurkan tangannya untuk bersalaman denganku dan dengan teman-temanku yang lainnya. Waktu itu, kak Wulan dan kak Loly mengajak kami untuk mengikuti suatu kajian apa gitu.. dulu kan masih belum mudeng dengan acara kemuslimahan itu. Waktu itu kakak mengajak kami masuk, dan beberapa temanku juga ikut masuk untuk mengikuti acara kakak itu. Ternyata di acara itu, sudah ada beberapa teman-teman perempuanku yang lain disana. Begitu memasuki ruangan mushollah itu, kami disambut dengan senyuman manis yang kuterima. Wah,,, langsung saja diriku merasa berada disebuah dunia apa gitu,,, seneng, adem, nyaman, haru, pokoknya semua rasa ada disitu deh.. maklum sebelumnya ty belum pernah mengikuti acara seperti itu.
Bulan berganti bulan... akupun telah mendapatkan banyak teman, ya walaupun masih bisa dihitung jari.. tapi jadi lah, daripada tidak sama sekali. Banyak acara yang ku ikuti di kampus ini. walaupun hanya sekedar ikut-ikutan aja, tapi alhamdulillah setiap kali mengikuti acara yang diadakan oleh orang-orang kampus, ty selalu mendapatkan hal yang baru.

***
Di kampus ini ku wajib mengikuti praktikum yang diberikan oleh pihak Fakultas. Awalnya ku harus mengikuti yang namanya mentoring, padahal aku awalnya agak terpaksa gitu ngikutinya, karena ternyata selain dihadapkan dengan tugas kuliah yang menumpuk, ku harus mengikuti yang namanya mentoring. Yang selanjutnya nama mentoring itu diberi nama dengan KOGNISI (Kajian dan Obrolan Generasi Psikologi Islam). Waaaahhh.... pasti isinya ngaji terus ni,,,, itu lah yang ada dibenakku saat itu. Tapi setelah kupaksakan untuk mengikutinya, ternyata isinya bukan hanya ngaji melulu, ternyata ada sharingnya juga, makan-makan (ini ne yang buat ku semangat.. hahaha).. terus ku ikuti kajian itu. Kakaknya pun kocak abis. Nama kakak itu adalah kak Rahma Rinawati. sampai tiba pada waktunya untuk penutupan KOGNISI semester satu itu. Disana kami semua yang semester satu dikumpulkan di sebuah ruangan yang gueeeedek banget, yaitu PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa). Disana ada semacam seminar gitu kalau nggak salah, nah pas acara itu kan ada seorang dosen yang mengajukan sebuah pertanyaan, terus dengan hati yang panas n semangat gitu, ku beranikan untuk menjawab pertanyaan itu, karena beberapa temanku mencoba menjawabnya, tapi salah terus jawabbannya. Jadi ku jawab pertanyaan itu dengan nada yang sedikit gemetar, karena ku harus berdiri di hadapan orang banyak.. waktu itu jawaban yang ku lontarkan yaitu “ Seorang mahasiswa harus bisa memanajeman waktunya untuk bisa menjadi orang yang sukses”. Seperti mimpi apa gitu semalam, langsung ibu itu menjawab “Iya benar jawabbannya”.. waaaahhhh,,, seneng banget,,, soalnya dikasih hadiah. Selain itu di waktu yang sama, namaku dipanggil sebagai binaan terbaik yang tidak pernah alpha sekalipun dari KOGNISI tersebut... Aduuuhhh,, mimpi apa ya ku tadi malem, kok bisa dapat dua kali hadiahnya. Hadiah pertama ku dapat buku berwarna pink dengan judul “Engkau Sungguh Indah Saudariku”.. dengernya aja udah gimana gitu. Terus hadiah keduanya ku dapat “Almatsurat dan bross jilbab”.. wah.... lengkap sudah kebahagiaanku.. dengan langkah semangat dan seneng, selesai acara ku lansgung menuju oplet untuk membawaku pulang ke kost ku. Diperjalanan pulang ku senyum-senyum sendiri, sangking bahagianya. Sesampainya ku di kost, langsung aja dari luar kamar ku berteriak,, “Mbak,,, dedek dapat hadiah dua dari acara tadi”. Langsung mbak ku membukakan pintu dan tersenyum bangga denganku.. langsung aja ku minjam hp mbak ku untuk menghubungi orang tua ku di kampung. Di kejauhan sana, orang tuaku juga terdengar nada bahagia mendengar ku mendapatkan hadiah itu. Ibuku pun tidak lupa memberi ku sedikit pesan kepadaku, “Alhamdulillah ya dek, jangan lupa belajar yang rajin, dapat nilai bagus, bapak sama ibu nggak minta balasan apa-apa dari dedek sama mbak, kami Cuma ingin ngeliat kalian bahagia, Cuma itu yang kami harapkan dari kalian, karna banyakkan teman-temanmu yang ingin kuliah, tapi orang tuanya pada nggak sanggup untuk nguliahkan anaknya. Ya kamu harus bersyukur bisa sekolah tinggi, jangan sombong jadi orang, jangan cari masalah disana, disini bapak sama ibu Cuma bisa berdo’a untuk mbak sama dedek, pegang uang hati-hati, jangan boros-boros ya nak???”.
” iya bu jawabku dari hp”
Setelah mendengar pesan ibuku itu, tak terasa air mataku keluar tak henti-hentinya.. (ini pun sambil ngetik keluar air matanya juga ne.. aduh, jadi menangis bombay ne.... sruuuuuupppp,,, ku sedot ingusku yang mau keluar)))


****

Langsung kesemester IV aja ya..
Waktu itu ada penerimaan anggota baru untuk mading deplat’s stamppots, waktu itu ku diajak oleh salah satu sahabatku untuk coba ikut organisasi itu. Dengan hati sedikit takut, ku coba untuk mengikuti pertemuan awal dengan pengurus-pengurus didalamnya. Disana sedikit banyak kutemui beberapa ketidakcocokan hatiku dengan jiwa mereka (cei ile...). jadi ku hanya datang pada pertemuan pertama, dan kuputuskan untuk tidak masuk kedalamnya. Waktu itu aku dan beberapa sahabatku merasakan kebingungan mau memilih organisasi mana lah ya yang cocok dengan hati, awalnya setelah mau masuk mading g jadi. Kami ingin masuk jadi anak mapala, tapi itu gagal juga karena harus mau pakai celana, sementara aku sudah memutuskan untuk tetap memakai rok jika mau kemana-mana. Akhirnya gagal. Terus kami sempat juga mau ikut Taekwondo yang ada dikampus, udah sempat masuk ke markas mereka juga, udah ngisi data juga. Setelah ditanya-tanya dengan kakak-kakak akhwat, katanya nggak bagus untuk anak perempuan, dengan alasan bla bla bla. Oke deh, kami pun tidak jadi masuk juga. Aku pun hampir putus asa untuk tidak mau ikut organisasi, aku sempat takut dan bingung, masa iya udah semester IV ku juga belum pernah merasakan bagaiman ikut dalam sebuah Organisasi itu, apa yang bakalan ku dapatkan selain ilmu di kelas??? Apakah aku emang harus seperti ini terus???? Ahhhh.... TIDAK... ku nggak boleh putus asa, seiring berjalannya waktu dan alhamdulillah ada seorang kakak akhwat, maaf ty nggak bisa menyebutnya karena lain dan satu hal. Beliau memberiku pemahaman tentang berbagai organisasi dan konsekuensinya jika kita memilih salah satunya.. setelah ku pikirkan matang-matang dan dengan mengucapkan “Bismillahhirrohmannirrohim” akupun menetapkan hatiku hanya untuk mengikuti organisasi yang berhubungan dengan agama yaitu “Dakwah”.
Nah, entah ini sebuah jawaban dari Allah dari pencarianku selama ini, pada semester IV lalu aku diamanahkan di PDC_I ini sebagai salah satu koordinator bidang Keputrian. Ntah dari sisi mana mereka bisa memilihku. Padahal kan diriku nggak lebih baik dari teman-teman yang lainnya. Mungkin bisa dibilang pemahamanku tentang organisasi itu ya baru di kampus ini ku dapatkan, apalagi pemahaman tentang islam, masih bisa dibilang secuil lah. Karena sebelumnya ku nggak pernah ikut organisasi apapun di sekolahku dulu. Awalnya ku nggak percaya saat seorang ikhwan mengirimkan sms kepada ku yag isinya kurang lebih seperti ini “Ass... Selamat kepada Antum yang diamanahkan di PDC_I bidang Keputrian sebagai koordinatornya. Semoga antum bisa menerima amanah ini dengan hati yang ikhlas”. Tuing.. tuing... antara senang, sedih, bahagia semuanya bercampur aduk didalmnya. Masa iya diriku sebagai CO Keputrian??? Hahaha... mungkin ikhwan tu salah kirim sms kali ya?? Dari pada nantinya ku ge-er duluan, akhirnya ku beranikan diri untuk membalas smsnya “Wa’alaikumsalam.. afwan, mungkin antum salah kirim nggak? Masa ty diamanahkan sebagai CO Keputrian? Coba dicek kembali kebenerannya?”
Tak lama kemudian datang sms dari no yang sama, “InsyaAllah ana tidak salah kirim, antum memang diamanahkan dibidang tersebut”. Langsung ku balas “Baiklah jika demikian, tapi ana akan coba mencari kebenarannya dengan kakak tingkat, syukron atas infonya”.
“Tafadhol, Afwan”. Begitu balasnnya. Akhirnya ku telfon kesana kemari untuk menanyakan hal tersebut, tapi kakak-kakak itu tidak ada yang tau, katanya “Cuma BP dek yang tau hal tersebut, coba adek tanya ke BP aja langsung”. Wahhh... apa-apaan ini, mengambil keputusan tidak mempertanyakan dulu kepada orang yang bersangkutan, setuju nggak orang tersebut?? Gumamku dalam hati.. (Hussssssttt.. jangan bilang-bilang yaaa ^_^).
 Di semester yang sama pula, aku juga di pilih sebagai salah satu anggota “Kemuslimahan” di FORMASI (Forum Mahasiswa Islam) INHU tempat aku di lahirkan dan dibesarkan. Dan pada semester yang sama juga, ty juga diamanahkan di bidang “Kerohanian Siswa” di FORMAAL (Forum Alumni SMA N I LIRIK) dimana di sana aku belajar semasa SMA ku dulu. Alhamdulillah sekarang ty masih di beri kepercayaan di FORMASI INHU dan FORMAAL untuk memegang amanah itu. Semoga Allah selalu menetapkan hatiku untuk tetap Istiqomah meniti Jalan_Mu ya Illahi Robbi.. Alhamdulillah, akhirnya Ku temukan “Sebuah Cahaya dalam Ketakutan” itu.. Semoga.... Semoga dan Semoga... Amiin ya Robbal ‘alamin...
  

****

Terima kasih buat kedua orang tuaku yang selalu mensupport aku, Oomku Riko yang udah merelakan waktu, tenaga dan beberapa rupiahnya, Mbakku yang selalu mengingatkanku saat ku mulai lengah dalam belajar, buat kak Latifah yang udah menyambut kedatanganku dengan hangat, buat kak Wulan yang telah membimbingku saat aku mulai low batrainya, buat kak Loly yang telah mengajarkanku tentang Keputrian itu, buat sahabat2ku (Epy, Erma, Wiwin, Hazly n Hendrik.. Cayoo R_Bis) dan buat ikhwafillah yang sudah menyesatkanku dijalan dakwah ini.. (Upssss,, salah,, maksudnya yang telah mengajak dan membimbingku di jalan Dakwah ini), terakhir buat laptop Toshiba kesayanganku yang setia menemaniku saat membuat tugas (Jangan bosan ya selalu melihat wajahku di depan layarmu).
Oke deh... akhirnya selesai juga niii...